BOJONEGORO – Prodi Teknik Industri Universitas Bojonegoro (Unigoro) mendorong para mahasiswa untuk berpartisipasi di ajang Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2024. Rabu (20/12/23), prodi ini menggelar workshop bertema Menggali Potensi Keilmuan Industrial Engineering Menuju PKM 2024 di Hall Suyitno Bojonegoro. Ada dua pemateri yang dihadirkan yakni Jazuli, ST., M.Eng., selaku Reviewer Nasional PKM dan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas), serta M. Bakhru Thohir, S.Si., M.Sc., selaku Dosen Pembimbing Penerima Hibah PKM 2023.

Ketua Prodi Teknik Industri Unigoro, Eko Wahyu Abryandoko, S.Pd., MT., mengatakan, mahasiswa teknik industri bisa lolos di PKM 2024. Sehingga perlu diadakan workshop sebagai bentuk persiapan. Hal senada juga disampaikan oleh Dekan Fakultas Sains dan Teknik Unigoro, Ir. H. Zainudin, MT. Beliau berharap mahasiswa dapat menggali potensi lokal terutama dalam bidang industrial engineering sebagai judul penelitiannya. “Semoga workshop bisa berjalan lancar serta bisa menambah ilmu dan pemahaman kalian semua,” ucapnya.

Rektor Unigoro, Dr. Tri Astuti Handayani, SH., MM., M.Hum., juga mendorong mahasiswa untuk menyumbangkan inovasi dan gagasannya di bidang teknologi industri khususnya. Sehingga bisa mewujudkan visi universitas, yakni mencetak lulusan yang unggul dan berkompeten. Sementara itu, Ketua Yayasan Suyitno Bojonegoro, Dr. Arief Januwarso, S.Sos., M.Si., memantik para mahasiswa untuk mengembangkan ide kreatifnya. “Sekarang yang sulit adalah membangkitkan ide kreatif. Cara berpikir kreatif itu yang penting. Keberadaan teknologi tujuannya untuk memudahkan manusia. Kalian harus bisa mencari tahu apa masalah atau kesulitan manusia yang sekiranya bisa dibantu dengan teknologi. Sederhana saja misalnya alat pencuci piring yang komplit dengan saluran pembuangannya, meja untuk minum kopi di mobil, dan lainnya. Yang terpenting adalah kalian harus tetap bersemangat agar lolos PKM 2024,” paparnya.

Di hadapan mahasiswa, Jazuli menceritakan lika-liku perjuangannya berkiprah di PKM dan Pimnas. Meskipun dia tidak berhasil menjadi peserta saat mahasiswa, dia dapat mewujudkan mimpinya sebagai dosen pembimbing sekaligus reviewer nasional. “Intinya jangan takut untuk bermimpi. Minimal adalah bagaimana caranya agar nama kontingen Unigoro bisa disebut di ajang Pimnas. Meskipun kita sama-sama dari PTS (perguruan tinggi swasta), itu bukan hal yang tidak mungkin. Tergantung mau sungguh-sunggu atau tidak,” ucap dosen Universitas Dian Nuswantoro Semarang ini.

Menurut Jazuli, sebelum mendaftar PKM mahasiswa harus membenahi mindset-nya masing-masing. Untuk membangun kepercayaan dirinya bersaing dengan mahasiswa dari kampus-kampus ternama. Dosen pembimbing dan mahasiswa juga harus mematuhi aturan PKM secara utuh, siap mengawal proses secara keseluruhan mulai dari penyusunan proposal, serta melakukan kaderisasi tim PKM secara kontinyu. “Menumbuhkan iklim akademis dan profesional untuk mendukung atmosfer PKM dan Pimnas juga penting. Karena mahasiswa akan semakin terpacu untuk berkompetisi dan giat melakukan penelitian,” ungkapnya.

Sementara itu, Bakhru juga membagikan kisahnya mendampingi delapan mahasiswa prodi kimia Unigoro yang lolos PKM 2023. Menurut dia, ide penelitian mahasiswa selaras dengan visi prodi kimia Unigoro, yakni natural empowerment. “Umumnya kampus lain selalu mengangkat lokalitasnya. Kita juga lihat potensi alam yang ada di Bojonegoro. Jadi 100 persen topik riset di prodi kimia baik yang dilakukan oleh mahasiswa atau dosen tujuannya untuk memaksimalkan potensi lokal di Bojonegoro,’’ paparnya.

Mahasiswa prodi teknik industri Unigoro tampak antusias dengan topik workshop kali ini. Mereka memanfaatkan momen diskusi untuk menjawab rasa penasarannya terkait persiapan untuk menghadapi PKM tahun depan. (din)