Kondisi Eksternal mikro dan makro

Kondisi eksternal Teknik Industri Universitas Bojonegoro

Justifikasi program studi teknik atau rekayasa industri Universitas Bojonegoro (UNIGORO) dijelaskan dalan tiga cakupan, yaitu :

  1. Urgensi penyelenggaraan (kebutuhan tenaga kerja nasional, regional, dan internasional)
  2. Keunggulan keilmuan program studi yang diusulkan dibandingkan dengan keilmuan prodi sejenis yang sudah ada pada perguruan tinggi lain (nasional dan internasional)
  3. Manfaat prodi untuk institusi, masyarakat dan bangsa

Penjelasan ini telah didukung dengan data kuantitatif yang cukup sebagai berikut:

  1. Urgensi penyelenggaraan (kebutuhan tenaga kerja nasional, regional, dan internasional)

Berdasarkan Renstra UNIGORO tahun 2015—2018 BAB III tentang Evaluasi Diri pada poin lingkungan eksternal khususnya terhadap peluang disampaikan bahwa globalisasi dengan segala aspek ikutannya membuka peluang kerja baik regional, nasional maupun internasional yang semakin luas, situasi ini dapat dimanfaatkan oleh UNIGORO untuk mengembangkan program studi yang sesuai dengan kebutuhan kerja antara lain Prodi Teknik atau Rekayasa Industri, dijelaskan bahwa pembukaan prodi Teknik atau Rekayasa Industri didasarkan atas kebutuhan tenaga kerja di tingkat regional, nasional, dan internasional. Masing-masing kebutuhan tersebut dijabarkan sebagai berikut

Kebutuhan Kerja Lulusan Teknik atau Rekayasa Industri di Tingkat Regional

Perkembangan Jumlah Unit Usaha dari tahun 2009 sampai dengan tahun 2014 untuk semua skala industri baik industri kecil, industri menengah maupun industri besar menunjukkan perkembangan yang signifikan. Untuk industri Kecil perkembangan Jumlah Unit Usaha dari tahun 2013 sebanyak 785.906 Unit Usaha meningkat sebesar 0,5 persen atau 3.931 Unit Usaha menjadi 789.837 Unit Usaha di tahun 2014.

Perkembangan Tenaga Kerja dari tahun 2009 sampai dengan tahun 2014 untuk semua skala industri baik industri kecil, industri menengah maupun industri besar menunjukkan perkembangan yang signifikan. Untuk industri Kecil perkembangan Tenaga Kerja dari tahun 2013 sebanyak 1.806.045 orang meningkat sebesar 0,5 persen atau 9.031 orang menjadi 1.815.076 orang di tahun 2014.

Dari perkembangan jumlah unit usaha di jawa timur dan perkembangan tenaga kerja sektor industri di jawa timur tersebut, lulusan Prodi Teknik atau Rekayasa Industri sebenarnya memiliki prospek kerja yang terbuka lebar untuk menjadi seorang Manajer Production Planning and Inventoring Control (PPIC), Monitor and Control Project Supervisior, Office Strategic Manajemen, dan Staf Organitation Development . Jika satu industri besar membutuhkan 1 orang lulusan teknik atau rekayasa industri, dapat dihitung bahwa di Provinsi Jawa Timur saja, dibutuhkan sekitar 11.

Selain industri berskala besar, lulusan prodi Teknik atau Rekayasa Industri UNIGORO juga dapat bekerja pada Unit usaha kecil 3931 dan unit usaha menengah 83. Selain Unit Usaha Kecil, Menengah dan Besar di Kabupaten Bojonegoro juga terdapat perusahaan migas yang berskala Nasional, Seperti EMCL (ExxonmobbileCepuLimited), TWU (Tri Wahana Universal), PT. SER (Surya Energi Raya), PEPC (Pertamina EP Cepu), PetroChina, Gasuma dan JTB (Jimbaran Tiung Biru) juga dapat bekerja pada lembaga-lembaga tersebut.

Di Jawa Timur, kebutuhan akan Lulusan Teknik atau Rekayasa Industri sangat besar. Peluang kerja di bidang Teknik atau Rekayasa Industr yang berada di Provinsi Jawa Timur khususnya di kabupaten Bojonegoro dan sekitarnya kebutuhan tenaga kerja dapat dilihat pada tabel berikut :

No Daerah Jumlah Industri Jumlah
Kecil Sedang Besar
1 Kabupaten Lamongan 555 50 40 645
2 Kabupaten Tuban 683 142 76 901
3 Kabupaten Gresik 712 302 160 1174
4 Kabupaten Mojokerto 545 338 169 1052
5 Kabupaten Bojonegoro 398 110 49 557
6 Kabupaten Pasuruan 910 455 183 1548
7 Kota Surabaya 1043 620 216 1879
8 Kabupaten Sidoarjo 604 415 192 1211
Jumlah 4212 2240 969 7421

Dari banyaknya jumlah Industri yang ada di Kabupaten Bojonegoro dan sekitarnya tersebut, lulusan Prodi Teknik atau Rekayasa Industri sebenarnya memiliki prospek kerja yang terbuka lebar untuk menjadi seorang  Manajer Production Planning and Inventoring Control (PPIC), Monitor and Control Project Supervisior, Office Strategic Manajemen, dan Staf Organitation Development. Jika setiap Industri sedang dan besar rata-rata membutuhkan 1 orang lulusan Teknik atau Rekayasa Industri, maka dapat dihitung bahwa di Kabupaten Bojonegoro saja, dibutuhkan sekitar 159 lulusan Teknik atau Rekayasa Industri.

Kebutuhan Kerja Lulusan Teknik atau Rekayasa Industri di Tingkat Nasional

Seiring dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang rata-rata berkisar 6% per tahun, maka berkembang juga jumlah industri di Indonesia dari tahun ke tahun. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa dari hasil Sensus Ekonomi tahun 2006 jumlah industri adalah sebesar 22,7 juta. Sedangkan pada Sensus Ekonomi tahun 2016 jumlah industry meningkat menjadi 26,7 juta atau meningkat sebesar 17,51%. Perkembangan jumlah industry ini membawa konsekwensi berupa kebutuhan akan tenaga kerja di bidang industry diantaranya : Manajer Production Planning and Inventoring Control (PPIC), Monitor and Control Project Supervisior, Office Strategic Manajemen, dan Staf Organitation Development.

Menurut detik news tanggal 13 april 2017 kebutuhan indonesia terhadap tenaga kerja terampil mencapai 113.000.000 pada tahun 2030, sehingga indonesia membutuhkan supply tenaga kerja rata-rata per tahun 3,7 juta. Sedang menurut badan perencanaan dan pengembangan kementerian ketenaga kerjaan yang diolah dari data BPS pada tahun 2015, tenaga kerja terampil indonesia saat ini baru 57 juta. Perkembangan jumlah industri dan kebutuhan tenaga kerja di indonesia nantinya akan dapat dipenuhi oleh lulusan Prodi Teknik atau Rekayasa Industri Universitas Bojonegoro (UNIGORO).

Kebutuhan Kerja Lulusan Teknik atau Rekayasa Industri di Tingkat Internasional

Pada tingkat internasional, berdasarkan riset Saiddidu pada tahun 2011 passokan sarjana teknik dalam negeri hanya sebesar 37.000 per tahun padahal pada tahun 2010 – 2015 rata-rata kebutuhan sarjana teknik di indonesia meningkat menjadi 57.000 per tahun. Kebutuhan akan enginer di indonesia semakin meningkat dengan banyaknya investasi asing yang terus tumbuh, mengingat lulusan sudah dibekali dengan kemampuan Bahasa Internasional yaitu Bahasa Inggris.

(Sumber: http://kompas.com)

2. Keunggulan keilmuan program studi yang diusulkan dibandingkan dengan keilmuan prodi sejenis yang sudah ada pada perguruan tinggi lain (nasional dan internasional)

Kurikulum Program Studi S-1 Teknik atau Rekayasa Industri UNIGORO tentunya memiliki kesamaan dan perbedaan dengan program studi Teknik atau Rekayasa Industri di perguruan tinggi lain. Dari persamaan dan perbedaan tersebut ditemukan keistimewaan masing-masing perguruan tinggi dalam menyelenggarakan prodi Teknik atau Rekayasa Industri. Analisis persamaan dan perbedaan tersebut dilakukan dengan membandingkan kurikulum Program Studi S-1 Teknik atau Rekayasa Industri UNIGORO dengan 3 program studi Teknik atau Rekayasa Industri di perguruan tinggi nasional.

Kelebihan Kurikulum Prodi Teknik atau Rekayasa Industri UNIGORO dengan Kurikulum 3 Prodi Teknik atau Rekayasa Industri Perguruan Tinggi tingkat nasional

Perbandingan kurikulum Program Studi teknik atau rekaya industri Program Sarjana Fakultas Teknik Unigoro dengan Kurikulum 3 Prodi teknik atau rekaya industri Perguruan Tinggi tingkat nasional, yaitu dengan Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Diponegoro Semarang (UNDIP), dan Universitas Surabaya (UBAYA) terletak pada mata kuliah pengembangan sikap. Hal tersebut dapat dilihat pada tabel berikut.

Dari tabel tersebut diatas dapat dijelaskan bahwa Program Studi Teknik atau Rekaya Industri Fakultas Teknik Universitas Bojonegoro, mengembangakan capaian pembelajaran lulusan pada aspek sikap dan Aspek Pengetahuan dan ketrampilan. Dalam mata kuliah aspek sikap yang lebih dari pada 3 (tiga) Program Studi Teknik atau Rekaya Industri  tersebut. Program Studi Teknik Industri Institut Teknologi Bandung (ITB),  Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro (UNDIP), Program Studi Teknik Industri Universitas Surabaya (UBAYA) belum ada MK Etika Profesi dan Pendidikan Anti Korupsi sebagai pengembangan sikap.

Sedangkang Pengembangan Aspek Pengetahuan dan ketrampilan kita fokuskan pada pengembangan usaha daerah yang nantinya kita arahkan pada sektor UMKM dengan tingkat pemasaran berskala Nasional dan Internasional dimana Dalam mata kuliah aspek sikap yang lebih dari pada 3 (tiga) Program Studi Teknik atau Rekaya Industri  tersebut. Program Studi Teknik Industri Institut Teknologi Bandung (ITB),  Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro (UNDIP), Program Studi Teknik Industri Universitas Surabaya (UBAYA) belum ada MK Profesional Skill, Perencanaan dan Pengembangan Produk daerah serta di dukung mata kuliah Sistem Lingkungan Industri sebagai pengembangan Profesi Mahasiswa Lulusan Teknik atau Rekayasa Industri Universitas Bojonegoro.

Hal tersebut disebabkan Program Studi Teknik atau Rekaya Industri Fakultas Teknik Universitas Bojonegoro menekankan lulusan Universitas Bojonegoro dalam bekerja memunyai etika profesi sesuai dengan masing-masing pekerjaannya, serta menerapkan nilai kejujuran (maka kuliah pendidikan anti kurupsi) yang selalu menjadi pedoman lulusan dalam berkerja hingga akhir hayat.

Program Studi Teknik atau Rekaya Industri Fakultas Teknik Universitas Bojonegoro mempunyai keunggulan dibandingkan dengan program studi teknik industri yang ada di perguruan tinggi lain. Kurikulum Program Studi Teknik atau Rekaya Industri Fakultas Teknik Universitas Bojonegoro dirancang untuk mempersiapkan lulusan di dunia kerja baik tingkat daerah, tingkat nasional bahkan internasional. Program Studi Program Studi Teknik atau Rekaya Industri Fakultas Teknik Universitas Bojonegoro juga berpusat pada penelitian berbasis bidang teknik Industri. Selain itu, Program Studi Teknik atau Rekaya Industri Fakultas Teknik Universitas Bojonegoro juga berorientasi pada mata kuliah berbasis digitial. Perkuliahan dalam Program Studi Teknik atau Rekaya Industri Fakultas Teknik Universitas Bojonegoro berbasis ICT. Kurikulum disesuaikan dengan KKNI dan SN DIKTI No 44 Tahun 2015 dengan menyediakan sarana dan prasarana yang menunjang capaian pembelajaran lulusan berdasarkan pada KKNI dan SN DIKTI No 44 Tahun 2015.

3. Manfaat prodi untuk institusi, masyarakat dan bangsa

Berdasarkan Renstra UNIGORO tahun 2015—2020 BAB V tentang Tujuan, Sasaran, Strategi dan Prioritas Program pada bagian sasaran poin b pendidikan sarjana pada halaman 29—30, manfaat Program Studi Teknik atau Rekayasa Industri mencakup empat aspek, yakni terhadap.

a. Institusi

  • Meningkatkan kualitas akademik Universitas Bojonegoro
  • Dapat mengembangkan atau meningkatkan kualitas akademik yang berdaya saing tingkat Daerah, Nasional dan International dengan jaringan kerjasama melalui pengembangan penelitian dan pengabdian masyarakat
  • Sebagai penyedia sumber daya manusia yang potensial di bidang Teknik atau Rekayasa Industri

b.Manfaat bagi Masyarakat

Bagi masyarakat Bojonegoro dan sekitarnya, pembukaan Program Studi Teknik atau Rekayasa Industri UNIGORO dapat menyediakan tempat untuk minat calon mahasiswa yang berkeinginan untuk menjadi Manajer Production Planning and Inventoring Control (PPIC), Monitor and Control Project Supervisior, Office Strategic Manajemen, dan Staf Organitation Development. Dilihat dari banyaknya siswa SMA/MS/SMK di Kabupaten Lamongan dan sekitarnya, Program Studi Teknik atau Rekayasa Industri UNIGORO juga turut berkontribusi menyediakan pelayanan pendidikan tinggi bagi mereka yang ingin melanjutkan kuliah di Teknik atau Rekayasa Industri.

Sementara itu, layanan pendidikan tinggi yang ada di Kabupaten Bojonegoro dapat dilihat pada tabel berikut.

No Nama PT Jenis PT Jumlah Prodi
1 IKIP PGRI Bojonegoro Kependidikan 5
2 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Cendekia Bojonegoro Ekonomi 2
3 UNUGIRI Umum 10
4 Institut Agama Islam Sunan Giri Keagamaan 6
5 Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah Bojonegoro Keagamaan 4
6 STIKES Insan Cendekia Husada Bojonegoro Kesehatan 3
7 STAI At-Tanwir Bojonegoro Keagamaan 5
8 STIKES Muhammadiyah Bojonegoro Kesehatan 2
9 Akademi Kesehatan Rajekwesi Bojonegoro Kesehatan 2
10 Akademi Kebidanan Pemkab Bojonegoro Kesehatan 1
Jumlah Prodi 40

Sumber : Hasil Penelitian, 2017 (Data diolah)

Dari 40 prodi di atas, tidak ada yang memiliki prodi Teknik atau Rekayasa Industri. Untuk menjawab kebutuhan akan pendidikan tinggi pada bidang Teknik atau Rekayasa Industri, UNIGORO dapat memberikan kontribusi besar dalam menyediakan pendidikan tinggi tersebut. Teknik atau Rekayasa Industri di UNIGORO akan sangat membantu pada masyarakat siswa SMA/MA/SMK di Kabupaten Bojonegoro dan sekitarnya.

c. Bangsa

Berdasarkan amanat UUD 1945 bagian Pembukaan alinea ke-4, adanya Program Studi Teknik atau Rekayasa Industri FT UNIGORO menjadi sarana untuk mencerdaskan kehidupan bangsa yang sangat menunjang pembangunan di daerah.

Berdasarkan pemeringatan ristek dikti info rangking Universitas Bojonegoro sebagai Beriku :

Sedang berdasarkan webometrics.info rangking Universitas Bojonegoro sebagai Berikut :

World Ranking Continental Ranking Country Rank Presence Impact Openness Excellence
21639 8689 765 18606 21514 9593 5777

Sumber : www.webometrics.info/en/Asia/indonesia%20

Dengan adanya program studi Teknik atau Rekayasa Industri diharapkan kemampuan Lulusan, terutama di Bojonegoro dan sekitarnya dapat menjadi lebih baik dan dapat bersaing di dunia internasional.